Thursday, March 5, 2015

Hot Chocolate in The Rain with You



Hujan turun dengan lembut, rintik demi rintik jatuh dengan begitu indah. Saat itu aku membawamu keluar dari rumah. Entah mengapa kamu begitu tidak menyukai hujan, aku heran. Langkah awal, aku membawamu ke tempat makanan berkuah. Aku benar-benar ingin menunjukkan padamu betapa salahnya kamu jika tidak menyukai hujan. Setelah makan aku mengambil motorku, aku duduk dan aku mendapatkan sebuah pelajaran romantis dari seorang tukang parkir. Saat aku sudah duduk di motor, tukang parkir itu mengelap bagian belakang jokku yang basah agar kamu tidak basah duduk disitu. Haha sial, aku kalah romantis, dan kamu pun tertawa saat aku mengatakan hal itu. Pembelajaran secara tidak langsung katamu. Langkah awal itu berjalan lancar, tapi aku anggap itu kurang memuaskan apalagi di sindir oleh tukang parkir soal ke romantisan-ke gentelmenan. Jadi aku memutuskan untuk membawamu ke tempat lain, tempat favorit kita yang berada di puncak kota.


Saat di parkiran, hanya terdapat 1 motor disana, tak ada yang lain. Aku fikir itu akan menambah suasana yang lebih menenangkan. Kamu turun dari motorku, aku membuka jok motor dan menaruh helem ku disana, aku menoleh ke arahmu. Aku meraih helem mu, tetapi wajah dan tatapan mataku ke arahmu. Kamu membuatku diam, jantungku seakan berhenti berdetak, semuanya seakan berhenti, bahkan seakan aku bisa melihat bulir-bulir hujan itu berhenti di udara. Ahhhh sial sial sial, sepertinya aku akan gagal. Kamu yang saat itu sedang mengenakan jaketku yang besar, menutup kepalamu dari hujan dengan menggunakan penutup kepala jaketku itu. Pada saat aku melihat ke arahmu, kamu sedang menampilkan expresi dingin, telapak tanganmu yang tertutupi oleh lengan jaket yang besar, kamu menaruhnya di depan mulutmu, meniup-niup telapak tanganmu yang tertutupi itu dan kamu lompat-lompat kecil dengan kedua kakimu. Sesekali kamu merenggangkan tanganmu mencoba menunjukkan kepadaku bahwa jaket itu terlalu besar untukmu tapi kamu menunjukkan juga bahwa kamu nyaman menggunakannya.
Hanya itu???
YA hanya seperti itu dan aku telah merasa kamu menjatuhkanku. Kamu menambah takaran rasa cintaku kepadamu dan kepada hujan hanya dengan melakukan hal yang spele dan tidak pernah terfikirkan olehmu, mungkin juga kamu tidak akan pernah menyadarinya.

Sekarang giliranku lagi. Aku masih berusaha membuatmu menyukai hujan walau kamu telah membuatku menyukainya tanpa usaha.

Kita duduk di tepi, tempat duduk dimana kita bisa melihat seluruh kota dari atas yang sedang di guyur hujan gerimis. Sayang, tidakkah kamu dapat melihat indahnya hujan itu?
Seseorang datang membawakan daftar menu dan tempat menulis pesanannya kemudian orang itu meninggalkan kami. Aku memberikan menu itu kepadamu "Ladies First" kataku. Saat kamu melihat-lihat menu, aku mengambil kesempatan itu untuk menulis sesuatu yang tidak ada di menu namun pernah aku tuliskan disini, tapi kali ini aku menuliskan hal yang berbeda. Aku menulis *I miss this moment. I Love You* kemudian aku menyobeknya dan memberikannya kepadamu. Kamu menyebutkan pesananmu "Hot Chocolate" seiring dengan aku menulis dan seiring pula dengan penyebutanku di dalam hati. Aku sudah tau kamu akan memesan itu. Hot chocolate 2 dan menu wajib kami kentang goreng 1. 


Pesanan datang, hot chocolate benar-benar memberikan suasana nyaman diantara kita. Kita jadi bisa membicarakan banyak hal. Di sela-sela pembicaraan itulah aku menyisipkan pertanyaanku.
"Kenapa sih ga suka hujan?"

Kamu bilang "Kenapa ya, ga suka aja. Dingin, bikin sakit bikin ga bisa kemana-mana, ga bisa melakukan aktifitas, pokoknya gitu deh"

"Ohh iya iya" Aku yang teringat akan point pertamamu langsung berdiri dan berpindah kursi, aku yang ada di hadapanmu merasa di kodein meskipun aku tau kamu ga kode tapi aku berpindah duduk di sampingmu, memelukmu dan memegang tanganmu. Sesekali kita iseng mengambil gambar haha.

Jelek? Rembes? Biar aja, aku anggap foto yang utama itu sebagai moment kok, jadi ga peduli deh mau gimana bentuknya haha.


Saat kami ingin pulang, aku menyempatkan diri untuk membuat lambang love dari sisa kentang goreng untukmu. Baca jelas-jelas ya, sisa. Banyak yang yang kamu makan itu, jadi sisa sedikit haha.
Percayalah aku bisa membuat lambang love itu lebih baik, dengan 6 kentang goreng yang masih panjang. Lain kali akan aku tunjukkan yang sebenarnya haha.


Aku memang gak berhasil buat kamu menyukai hujan, tapi aku akan berusaha lagi di lain waktu, tentunya di saat hujan. Bukan karena maksud ingin memaksakan hal yang tidak kamu sukai, tapi aku ingin menunjukkan sesuatu yang indah kepadamu. Sesuatu yang kamu anggap biasa, sesuatu yang sering kamu lihat, sesuatu yang tidak kamu sukai. Aku akan menunjukkan kepadamu bahwa itu memiliki makna. Aku akan berusaha, meskipun tanpa kamu berusaha justru kamu yang selalu sukses membuatku mencintai kamu dan hujan. Curang.

Bye, aku mau kuliah haha. I Love You

###

12 comments:

  1. so swiitt,,, romantis banget gannn

    ReplyDelete
  2. Simpel tapi romantis. Uwuuuu~ :3

    ReplyDelete
  3. Nah ini bagus Lis. Suka-suka. Ah, kalau bahas hujan, tulisan itu menyentuh dalam.

    Ciee hujan-hujan, berdua, minum berdua. Romantisnya dapet deh hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau bahas hujan emang ga ada habisnya.

      Haha jangan cie cie, aku malu.

      Delete
  4. Cieee.. Romantis nyaa >w< cuiit cuiiit~

    ReplyDelete
  5. Artikelnya sangat bermanfaat gan..
    trimakasih.. sukses selalu...

    ReplyDelete