Saturday, February 28, 2015

Last Letter "I Love You"

Sumber Foto: Link


Dear: Kekasihku



Di surat terakhir ini special. Aku memintamu untuk menentukan tema apa yang harus aku kirimkan.
Dan kamu memilih untuk menulis tentang moment itu.
Baiklah, langsung saja.
 .....



Aku mencintaimu.
Entah apa alasan awalnya aku tak pernah tau.
Aku menyukaimu begitu saja, aku merasakan detup jantung dan hati yang hanya untukmu.
Aku selalu memikirkanmu, aku bahagia dan terkadang terluka bahkan sebelum aku memilikimu.

Aku suka memberikan hal-hal kecil untukmu bahkan sebelum aku menyatakan perasaanku.

Hingga pada malam itu, aku benar-benar tak tau lagi bagaimana caraku untuk menahan rasa. Aku tak bisa lagi menahannya meski hanya untuk satu hari kedepan. Aku selalu mencoba untuk menahannya, tapi mau bagaimana lagi? Setiap aku menemuimu aku selalu ingin menyatakannya, lidahku ingin bicara-tapi hatiku menahannya. Hingga kata yang dapat aku katakan hanya 
"Sel... seli aku mau ngomong" Tentunya dengan nada gugup.

"Iya apa?"

"Aku, aku, aku, aku...." Begitu saja terus sampai bulan ingin membelah diri.


Cukup cukup cukup. Lidahku seakan memberontak. Otakku tak mampu mengontrolnya. Hatiku pun telah mencoba menahannya, tapi tetap saja. Lidah dan bibirku telah bekerja sama. Hingga dia mengatakannya.

"Sel"
"Seli"
"Aku mau ngomong"
"Aku mau jujur"

Aku terus bicara dengan tersendat-sendat dan berjeda waktu. Aku sangat gugup saat itu. Apakah kamu mengerti? Sepertinya kamu mengerti, tapi kamu justru tertawa. Huuu. Kamu membuatku semakin gugup.

"Sel, I love you, would you be my girlfriend?" Yessss, aku berhasil mengatakannya meskipun dengan nada yang cepat, terdengar samar,  intonasinya tak jelas dan dengan menggunakan bahasa inggris. Karena sesungguhnya aku tak bisa mengatakannya dengan bahasa indonesia, aku tak sanggup.

Kamu memintaku untuk mengulang kalimat ku. Tapi aku bilang tidak, ahh tidak tidak tidak. Aku tak akan bisa mengucapkannya lagi. Aku langsung memalingkan wajahku setelah mengatakan hal itu.

Kamu mulai membuka mulutmu, dengan sangat cepat aku menahanmu. Aku tak ingin kamu menjawabnya sekarang. Karena sebenarnya aku tak ingin mengatakannya malam itu. Aku menunggu hujan turun. Aku ingin mengatakannya saat hujan turun. Tapi ya itu tadi. Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi.
Jadi aku memutuskan untuk meminta jawabanmu hanya ketika hujan turun. Walaupun hujan itu akan turun setengah tahun lagi tak apa. Aku benar-benar ingin moment indah itu ada seiring dengan hujan.

Tapi menyatakan cinta tanpa apa-apa itu terasa hampa. Aku menggunakan alat seadanya.
Aku menuliskan kata I Love You dengan kentang goreng. Haha. 
Aku menulis I Love You di hp ku dengan Paint. 
Aku menuliskan I Love You di gelas kaca jus melonmu.
Aku juga menuliskan I Love You di lembar pesanan, kemudian aku robek dan aku berikan kepadamu.
Haha, aku juga menuliskan I Love You di Bill minggu lalu dengan tinta uap air yang aku ambil dari gelas es melonmu.

Penuh cinta ya?

.........

Empat hari telah berlalu, dan tak setetespun hujan turun.

Aku menjemputmu seperti biasa. Aku membawamu ke cafe puncak seperti biasa pula juga.
Tapi kali ini ada yang berbeda. Aku memintamu untuk mengambil sebuah jaket yang ada di jokku. Aku bilang ke kamu bahwa "Sepertinya hujan akan turun, aku tak ingin kamu kedinginan. Jadi pakailah jaket itu, ambil itu di jok"
Kamu mengambilnya dengan ragu. Perlahan kamu mengangkatnya, namun kamu merasakan ada sentuhan lembut dari bawah jaket itu. Aku memperhatikanmu di setiap detik yang ada. Aku melihatmu terkejut. Dengan wajah yang tampak bengong, kamu membuka mulutmu sedikit. Tapi kamu menutupinya dengan tangan kirimu. Kamu mundur beberapa langkah kebelakang dan kamu menyentuhku. "Ahhh kamu, apaan sih ngasih kayak gini bikin orang kaget aja"
Aku menatap wajahmu, matamu dan seluruh gerak gerikmu. Aku melihat matamu yang mulai berlinang air mata, kamu menahannya agar tak jatuh.
Aku memegang tanganmu. "Lho kenapa? Kok ga di ambil?" Aku mengambilnya dan memberikannya kepadamu. "Ini, bawa ke ataskah?" Aku memintamu untuk membawanya ke meja. Tapi kamu tampaknya masih salting-salting bingung ingin menamoilkan expresi apa. Aku mengerti. Aku menganggap bahwa aku berhasil haha.

Kita duduk di meja yang biasa. Aku merasakan hembusan angin yang seakan memberitahuku bahwa hujan akan segera turun.

Hujanpun turun, aku merasakan degup jantungku yang berdenyut semakin kencang seiring dengan rintikan hujan yang semakin deras. Aku memegang tanganmu, kamu melihat kearahku, dan akupun tersenyum. Aku berkata “Kamu sangat cantik mala mini Seli, dengan Kemeja warna pinkmu, dan tak hanya itu saja yang pink, tapi juga sepatumu, bibir indahmu, wajahmu yang tampak malu, dan ini” Aku menyodorkan setangkai mawar pink yang aku sembunyikan dalam kantung dalam jaketku. Aku melihat senyum indahmu, melihat wajahmu yang semakin memerah, dan aku melihat air matamu. Kau menangis Seli? Aku harap itu adalah air mata bahagia. “Seli, saat ini kita telah berada dalam hujan, bolehkah aku mengetahui jawabannya?”

“Yes, I would. Coz I love you tou too :)”

Kamu menjawabnya. Aku sangat senang sekali, haha aku sangat ingin memelukmu. Tapi aku mencium keningmu terlebih dahulu kemudian aku memelukmu.
Hujan tampak bahagia melihat kita telah bersama, sehingga ia benar-benar menumpahkan airnya yang sangat banyak dan lama sekali. Angin pun berturut serta, ia menghembuskan angin kencangnya. Ahh kalian ini baik sekali, kalian datang di saat waktu yang tepat. Dia pun kini memelukku. Terima kasih telah membuatnya dingin. Haha, jadi aku bisa memeluknya dan bertahan lama disini. Hujan dan angin bekerja sama sampai pukul 12 malam.

Karena waktu telah larut malam, kita memutuskan untuk pulang, meskipun hujan grimis masih mengiringi. Kita turun ke parkiran, dan ternyata haha... helem kita basah. Kita pulang tidak menggunakan helem. Sementara hujan masih ada. Kita kini benar-benar menyatu dengan hujan. Kita hujan-hujanan haha.

Sesampainya di rumahmu, aku tidak ingin membiarkan kejutan itu sampai disini saja. Aku mengeluarkan yang terakhir. Yaitu Mawar merah.

......

Indah, itu adalah saat-saat terindah yang pernah kita lalui bersama.
Tetaplah bersamaku. I Love You.





From: Kekasihmu



Sabtu, 28 Februari 2015

#LastDay #Day30 #30HariMenulisSuratCinta


3 comments: