Friday, March 15, 2013

KEJUJURANNYA + KEEGOISANKU KU = ...







            Jujur. Jujur itu bukan lah hal yang mudah. Sebelum kita berbicara kejujuran yang sebenarnya terhadap orang lain, pasti banyak hal yang mengganggu pikiran kita. Terutama pikiran rasa takut. Iya takut, contohnya jika kita ingin jujur kepada pacar kita tentang suatu hal yang kita alami dan jika kita mengatakan kejujuran itu akan membuatnya marah. Ini lah salah satu faktor yang menyebabkan seseorang jadi merasa ragu untuk bicara jujur. Disini aku ingin menceritakan kisahku tentang kejujurannya dan keegoisanku.


            Saat itu waktu menunjukkan pukul 10. Aku ada di kamarku bersama dengan teman-temanku yang begitu menggila. Kami mendengarkan lagu dengan speaker besar sehingga suara dari dunia luar gak terdengar, belum lagi tawa kami yang nyaring membuat malam ini begitu bahagia. Tiba-tiba sebuah smsmu datang menghampiri hp ku.

“Sayang kalo misalnya aku suka sama orang lain gimana? Sayang marah gak”

Ternyata itu adalah sebuah sms yang membuat kamar ini serasa tak ada suara lagi untukku. Aku terkejut, ini hal yang gak biasa. Perlahan aku membalas sms itu dengan tenang.

“Siapa orang yang kamu suka?”

            “Gak ada kok yank, Cuma tanya aja”

            “Bohong”

“Ngantuk yank, tidur yok“

“Jangan mengalihkan pembicaraan, siapa yang kamu suka?”

            “Gak ada”

“Coba bilang sudah”

“Gak ada kok”

            “Bilang aja sudah”

            “Ada yank, tapi gak lagi kok sudah”

            “Siapa orangnya. Bisanya ya kamu begitu sama aku”

            “Gak lagi kok sudah”

            “Alah kamu jahat pau (Nama dia Ipau), aku kecewa sama kamu”

            “Nda sayang, aku bohong aja. Aku ngantuk yank. Kita tidur yok”

            “Gak usah alihin pembicaraan. Ini serius, sakit pau aku dengarnya”

            “Haha, aku bohongin aja kok, maunya juga di bohongin”

            “Aku tau kamu gak lagi bohong, siapa orang itu”

            “Em iya. Orangnya rahasia”

            “SIAPA ORANGNYA?”

            “Sayang gak boleh tau, Pokoknya rahasia”

            “Pokoknya aku harus tau”

            “Gak ah, gak mau. Aku kan gak suka lagi”

            “Tapi kamu suka sama dia, kok bisanya sih kamu kaya gitu sama aku”

            “Sudah gak kok yank, kan yang penting gak selingkuh”

“Jujur aja sudah kamu, aku gak bakalan marah kalo kamu kasih tau siapa orangnya”

“Gak mau yank, rahasia! Sampai kamu nangis darah pun aku gak bakalan kasih tau yank. Gak ada yang boleh tau”

“Pau tolong ya, aku sayang sama kamu. Tapi kalo kamu gak kasih tau, aku gak bakalan bisa berhenti marah”

“Gak mau aku yank!!! Gak tau kenapa kalo aku ketemu dia. Aku langsung deg-degan, kalo dia ngajak aku ngomong aku jadi salah tingkah, apa lagi kalo dia sudah pergi, aku jadi senang terus aku jadi ingat dia lagi”

Sebuah sms yang membuatku harus mengganti hp, aku begitu marah. Aku membanting hp ku hingga pecah. Amarahku begitu memuncak saat itu. Bagaimana tidak? Coba liat sms terakhirnya itu. Aku fikir cuma aku yang bisa buat dia ngerasa kaya gitu, ternyata aku salah. Keadaan sudah berubah. Aku membalas smsnya lagi.

“Perasaanmu itu kok kaya B******(Kata Kasar)”

“Iya memang”

“Bisanya perasaanmu itu jadi kaya gitu, aku gak bakal maafin kamu sebelum kamu kasih tau aku siapa orang itu”

“Terserahmu. Kamu gak akan pernah tau”

“Aku gak bakal hubungin kamu sebelum kasih tau siapa dia”

“Terserahmu aja yank. Menurutku sih kamu gak akan pernah tau”

“CEPAT”

“Gak mau, RAHASIA! Coba jangan paksa aku. Aku gak mau bikin Ayang sedih. Aku kan cerita aja, kalo aku diam itu kan sama aja aku hianatin ayang kan. Tapi kalo aku cerita kan aku gak hianatin ayang lagi”

Perasaan marah ku ini memang gak bisa di bendung lagi, aku merasa hatiku di ambil. SAKIT. Untuk pertama kalinya aku menyebutnya dengan kata-kata kasar. Biasanya bila dia marah yang kemudian mengataiku dengan banyak kata kasar, aku gak pernah membalasnya. Aku selalu mengunci mulutku agar hatinya tidak terluka. Tapi kali ini, aku benar-benar marah sehingga kata-kata itu terucap.

Malam itu aku terus sms dia dengan pertanyaan yang sama untuk memaksanya memberitahuku siapa orang itu. Hingga dia tertidur, aku sama sekali tak menemukan jawaban darinya. Rasa kesalku itu buat aku gak bisa tidur malam itu.

*Expresi marahku mau ku bunuh rasanya laki-laki itu*



***



Keesokan harinya. Aku menjalani hidupku seperti biasa, aku pergi ke kampus untuk mendapatkan materi. Aku merasakan getaran dari kantongku di saat dosen sedang menjelaskan. Aku melihatnya, ada sebuah SMS di hp ku. SMS itu tentu saja dari dia yang seolah mencariku. Sengaja aku tak membalas SMSnya. Bukan karena aku takut jika terlihat oleh dosen, tapi aku memang gak mau membalas. Aku mengabaikan SMS itu. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tak ingin menerima SMSnya. Aku gak peduli apapun isinya.

Beberapa saat kemudian, hp ku kembali bergetar. Aku mengambil hp ku dan membaca SMSnya

“Sayang marah?”

“IYA” *aku luluh*

“Maaf sayang, gak lagi kok”

Ahh... aku masih benar-benar marah. Aku sudah janji gak bakalan hubungin dia sebelum dia kasih tau siapa dia? (orang yang aku anggap jahat itu). Aku menyimpan hp ku lagi. Tapi hp itu hanya tersimpan tidak dalam waktu yang lama. Beberapa jam setelah itu dia SMS lagi, dia mencariku dan terus mencariku. Aku merasakan kesepiannya saat itu, lagi-lagi aku luluh. Aku membalas SMSnya walaupun singkat dan dengan jutek. Dia tetap memanggilku sayang meskipun aku selalu memanggilnya dengan sebutan namanya atau bahkan dengan kata “kamu”. Isi sms ku seharian hanya membahas kejadian semalam yang membuatku terus memaksanya untuk memberitahukan aku tentang orang itu. Aku mencoba untuk menebak-nebak namanya, tapi tetap saja dia sama sekali tak memberitahuku.

Dia adalah wanita yang aku cintai, meskipun aku sering memarahinya dan membuatnya jengkel. Tapi tetap saja dia bisa memaafkanku walaupun aku membuat kesalahan. Untuk saat ini, aku bingung siapakah yang salah di antara kami berdua. Aku mencoba untuk memaafkannya membuat keadaan menjadi seperti semula. Aku SMS dia di saat amarah kami berdua memuncak.

“I LOVE YOU”

“I LOVE YOU TOO. Aku sayang Ayang :*”

Tak terfikirkan olehku dia membalas SMSku seperti itu. Di saat kami bertengkar hebat dia masih bisa menahan emosinya untuk membalas ucapanku dengan manis dan tanpa emosi. Tapi bodohnya aku, aku gak menyadarinya malam itu jika dia masih mencintaiku seperti biasa. Aku justru masih memaksanya untuk memberitahukan hal yang sangat ingin aku ketahui.



***



Waktu menunjukkan pukul 4 pagi, aku belum tertidur saat itu. Aku membuka hp ku, berniat untuk SMS dia agar masalah ini terselesaikan dan hubungan kami bisa kembali normal.


ISI SMS

Aku sayang kamu. Aku tau, aku bukan orng yg menarik lagi untukmu. Aku memang orang yg membosankan. Aku juga tau, aku ga bisa berbuat banyak. Aku mau terus buat kamu bahagia. Tapi jarak ini memang begitu mengganggu. Sebelumnya aku berharap dengan adanya jarak ini hubungan kita jadi gak membosankan, aku harap jarak ini bisa ngasih tau kamu gimana rasanya kangen. Aku berharap jarak ini bisa buat kamu jadi lebih sayang sama aku. Tapi ternyata aku salah. Jarak ini memudarkan rasamu.

Aku kecewa dngan perasaan yang kamu miliki untuk orang lain itu. Aku sedih, aku fikir cuma aku yg bisa buat kamu ngerasa degdegan, salah tingkah, dan ngerasa senang. Aku salah, benar-benar salah. Ternyata kamu jatuh cinta lagi sama orang lain. Ini membuatku terpukul. Aku gak tau harus berbuat apa untuk buat kamu jatuh cinta lagi sama aku. Aku sayang kamu lebih dari yg kamu tau. Tapi kamu kecewain aku. Rasamu sudah berubah. Aku gak pernah punya rasa untuk orng lain selain kamu. Kenapa kamu sejahat itu sama aku pau. Ga bisakah kamu nahan perasaanmu. Aku disini selalu setia sama kamu. Pikirin gimana rasa kecewaku. Gak bisakah kamu jaga perasaanku. Aku selalu bangga punya kamu. Semua yg ada di fikiranku sehari-hari itu cuma kamu.

Ga bisakah kamu ngerti?

Ga bisakah perasaanmu itu cuma buat aku?

Ga bisakah kamu yakin sama aku?

Cowok kalau sudah sayang sama cewek,  perasaannya jadi rapuh, mudah hancur. Aku saat ini merasakannya, perasaanku begitu tersayat. Pedih pau. Pedih. Sakit.
Lukaku ini ga bisa hilang kalo kamu gak kasih tau siapa orang itu. Aku tau kamu gak mau kasih tau siapa orang yg rebut perhatianmu dari aku.
Tapi hati ini sangkal. Aku mau kamu jujur semuanya sama aku. Aku janji gak bakal marah. Kita mulai semuanya dari awal lagi. Aku mau coba berusaha lagi buat kamu suka dan cinta sama aku lagi. Aku selalu sayang sama kamu walau seperti apapun kamu buat aku terluka. I love You.

END SMS


Aku berharap dengan hadirnya SMS itu bisa membuatnya mengerti tentang perasaanku dan apa yang aku inginkan.



***

           
            Hari ini aku masuk kuliah di jam 9.30, itu lah yang membuatku semalaman begadang dan tertidur jam 5 subuh. Aku terbangun dari tidurku, aku mendengar suara alaram dari hp ku yang memang sudah aku set di jam 9. Saat mematikan alaram, aku melihat hp ku ada sebuah sms dari dia yang isinya gak sesuai seperti apa yang aku harapkan. Kenapa? ya iya lah, aku SMS se banyak itu masa dia cuma balas beberapa kata yang isinya.

“Maaf yank aku gak bisa kasih tau”

Hih apaan coba dia kaya gitu, aku emosi. Aku masih berharap dia mau kasih tau siapa orangnya. Seharian aku sms dia marah-marah terus. Hingga mungkin rasa muaknya tak bisa di bendung lagi akhirnya dia mengatakan hal yang tak pernah aku inginkan *PUTUS*. Saat kata itu hadir, aku baru menyadari bahwa aku yang salah. Memang yang ada dalam fikiranku itu hanyalah hal-hal negatif tentang semua yang dia bicarakan malam itu. Dengan fikiranku yang seperti itu jelas saja aku menganggap dia adalah wanita yang paling bersalah. Tapi justru itulah kesalahanku, keegoisanku itu membuatku bersalah. Aku gak berfikir ke arah positifnya. Seharusnya jika tanpa keegoisanku itu, tentu saja aku pasti akan menganggap dia adalah wanita terhormat yang berani berkata jujur walaupun yang harus dia katakan itu gak wajar bagi sepasang kekasih yang saling mencintai satu-sama lain.



Aku menyesal, keegoisanku ini membuatku benar-benar merasa bersalah. Gak sepantasnya aku terus memaksanya untuk mengaku siapa orang yang dia sukai. Padahal dia sudah berusaha berkata jujur tentang hal itu, memang sih awalnya aku merasa penting untuk mengetahui siapa orang itu yang telah membuatnya berpaling dariku. Mungkin saja kan jika aku mengetahui siapa orangnya, aku bisa memperhatikan orang itu tentang apa yang membuatnya merasa tertarik. Dengan begitu aku bisa mengambil sebagian dari sifat lelaki itu dan dari itu aku bisa memalingkan perasaan kekasihku untuk merebut kembali hatinya. Tapi itu adalah pemikiranku yang salah. Aku sadar sekarang, bukan seperti itu cara yang harus aku lakukan. Aku memiliki cara tersendiri, aku akan menjadi diri sendiri untuk meraih hatinya (lagi).

Mungkin memang hari ini dia pergi, tapi aku yakin. Besok dia akan kembali bersamaku. Aku yakin dan janji hal itu akan terjadi. Dari pengalamanku ini, aku dapat mengambil suatu hal yang berharga yang aku, kamu, kita, dia, mereka gak boleh mengulang kejadian sepele seperti in. Membesarkan ego. Kita harus jauh berfikir kedepan sebelum kita salah tindakan. Cerita ini membuatku menciptakan rumus tanpa hitungan. Ini rumusnya :

KEJUJURANNYA + KEEGOISANKU KU = PUTUS HUBUNGAN


***


Buat teman-teman yang baca ceritaku ini terima kasih ya. Baca yang lain juga :D

No comments:

Post a Comment