Thursday, September 25, 2014

Lembaran Kisah Klasik #5

      Sumber foto : Adera - Melewatkanmu


Lanjutan dari postingan sebelumnya di Lembaran Kisah Klasik #4
###


Saat ini (2007)

Masih teringat jelas, semuanya masih dapat ku ingat dengan baik. Bagaimana mungkin aku bisa lupa jika hati dan perasaanku masih tetap bersama dia. Dia yang sejak sepuluh tahun lalu, tak pernah ku lihat lagi. Nita, kamu ada dimana? Apa kabarmu? Saat ini, apakah kamu sudah bisa mencintai aku lagi???.

Thursday, July 31, 2014

Di duga tak tahan berpuasa, bocah 4 tahun nekat meminum air aki.

Jum'at, 18 Juli 2014.

Paser, Kalimantan Timur. Pada pertengahan bulan puasa lalu, seorang bocah umur 4 tahun, nekat meminum air aki. Saat itu, ia sedang bermain bersama teman sebayanya. Menurut penuturan temannya, ia sangat kehausan karena di paksa oleh ibu nya berpuasa sehariaan penuh. Karena takut dimarah ibunya yang sedang mengajar ngaji di rumah, akhirnya dia pergi ke rumah tetangganya. Di parkiran, ia menemukan air aki. Air aki itu masih di segel dan belum terbuka. Seorang temannya menegurnya agar ia tak membuka dan meminum air aki itu. "Jabi, jangan diminum, itu racun." Begitu katanya. Karena sangat haus, Jabi pun tak memperdulikannya. Dengan lancar, ia meneguk air aki tersebut. Tak lama kemudian, Jabi pun membanting botol air aki tersebut dengan seperti tersedak, ia langsung terbaring pucat di lantai. Dua temannya yang melihat itu, sontak mencoba mengangkat Jabi. Karena tak mampu, mereka pun berteriak "Jabi minum racun" "Jabi minum racun" Para tetangganya pun serentak menuju sumber suara, termasuk saya. Karena panik, Jabi pun di gotong menuju puskesban. Karena tak mampu, Jabi pun di larikan ke puskesmas terdekat. Tak sanggup juga, Jabi di bawa ke Rumah sakit panglima sebaya. Masih tak mampu juga, akhirnya di bawa ke Rumah Sakit Umum Balikpapan. Hingga saat ini, Jabi pun di larikan ke rumah sakit di Samarimda. Sudah 2 minggu keadaannya tak kunjung membaik, justru semakin parah. Bayangkan saja, air aki dengan tutup botol merah, di minum seperti itu. Malam tadi, kami para warga doa bersama di mushola untuk kesembuhannya, walaupun harapan hidup sangat kecil.
Bagi kalian yang membaca postingan ini, tolong bantu do'anya, dan bagi media/wartawan, tolong di publikasikan tentang ini. Agar ada sumbangan do'a dan sumbangan uang untuk Jabi.
Bantu ia agar tahun depan masih bisa berpuasa dan lebaran.

Nb : Pesan untuk para orang tua. Jangan paksa anak kecil untuk berpuasa full, terutama bocah yang belum bersekolah. Latihlah ia berpuasa secara perlahan. Jangan terlalu di paksakan.

Terima Kasih.

Saturday, May 31, 2014

Love In England





            Senja kala itu begitu dingin setelah baru saja di guyur hujan deras selama kurang lebih dua jam. Aku yang ketika itu sedang berada di sebuah toko kaset baru saja membeli kaset DVD the beatles sembari menunggu hujan yang baru saja mereda. Warna jingga senja saat itu begitu jelas terlihat menerobos masuk kedalam toko melalui kaca jendela besar yang tepat berada di depan muka toko. Setelah ku merasa langit telah kembali cerah, aku keluar dari toko kaset itu. Seketika itu aku melihat pelangi di atas langit senja, indah. Bibirku melebar dan melengkung seperti membentuk bulan sabit, tersenyum, menandakan sebuah expresi kesenangan. Namun lekukan bibirku itu berubah perlahan menjadi datar dengan dahi yang mengkerut dan mata yang menyipit seperti expresi sedang melihat sesuatu dan mengamati dengan serius. Yaa, aku mengamati sesuatu, aku melihat seorang perempuan cantik di sebrang jalan, mungkin bidadari yang turun dari pelangi. Tapi, Ahh... khayalan macam apa itu. Aku terus mengamati perempuan itu, perempuan yang sepertinya aku kenali. Entah mengapa, ada yang aneh dari sikap dan gerak geriknya. Tatapannya kosong, apa yang dia fikirkan? Dia ingin menyebrang jalan. Dia berjalan lurus kedepan, begitu juga dengan tatapannya, lurus ke depan. Tanpa ada tolehan kanan-kiri seperti orang yang akan menyebrang pada umumnya. Kemudian, hal yang paling membuatku sontak berteriak adalah ketika dia berhenti di tengah jalan, yang mana pada saat itu mobil sedang merlalu-lalang dengan lajunya karena hari tak lama lagi akan berganti malam.

Tuesday, May 20, 2014

Review Surat untuk Ruth

Review Surat untuk Ruth



Judul              : Surat Untuk Ruth
Penulis            : Bernard Batubara
Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama
Editor             : Siska Yuanita
Desain cover : Marcel AW
Tahun             : April 2014
Tebal              : 168 Halaman, 20 cm.