Tuesday, February 17, 2015

Aku ingin bercerita

Sumber foto : Internet


Dear : You @MarselinaMA


Sayang sayang sayang
Aku ingin bercerita haha...


Jadi begini, tau kan aku suka menulis? Tentu tau juga dong kalau inspirasi bisa datang kapan saja dan dimana saja.
Tapi inspirasi seseorang itu bisa saja hilang seiring dengan kegiatan-kegiatan yang ia lakukan. Maka dari itu, aku terkadang menulis ide apa yang sedang ada di kepalaku.

Tempat aku menulis itu bisa dimana saja. Bisa di memo hp, terkadang di status bbm ku, di twitter, di fb, di chat yang aku kirim ke kamu haha. Itu naa kalau kita lagi bbm-an, kemudian terlintas ide tentang tulisan-fiksi biasanya, aku menulisnya di kolom chat kita haha makanya kamu terkadang bingung aku nulis apaan.

Tempat untuk nulis itu gak cuma di hp, karena itu akan repot jika mati lampu dan seketika ada inspirasi yang datang. Tentunya aku punya sebuah buku. Haha aku ingat buku pertama ku untuk itu, kecil. Sangat kecil, hanya sebesar kotak roko haha. Buku itu hanya terisi sedikit, karena aku merasa kurang dengan ukurannya.

Kemudian, aku menulis di buku yang sangat tidak asing bagi mahasiswa. Yaitu adalaaaaah, BINDER. Haha, tobat aku sayang, tobat aku nulis di binder. Jadi waktu itu aku sering nulis apapun di binderku, tentang pengalaman, tentang kamu, tentang apa yang aku fikirkan, cinta-cintaan, tentang fiksi, banyak deh. Bisa bayangkan kan kayak apa binderku itu? 70% tulisan absrud 10% mata kuliah, 20% masih kosong, haha. Tapiiii kegiatan menulis di binder itu telah aku hentikan. Karena, tau kan binder selalu di bawa ke kampus, jadi ada kala-nya binder itu tertinggal. Haha maka, saat itu tertinggal-tak mungkin seorang pun yang tidak ingin menyentuhnya, karena sampul binderku itu beda dari yang lain. Sampul nya hitam polos, terus ada tulisa "Death Note" di tengahnya.
Saat orang membuka binder itu, terdapat halaman pengesahan yang menyatakan bahwa binder itu adalah milikku, dan tidak di perkenankan siapa pun membuka lembaran selanjutnya. Haha aneh-aneh pokoknya. Jadi siapa pun yang membukanya pasti ingin membaca keseluruhannya. Tidak hanya membaca, mereka mengkomentari setiap bagiannya. -_-
Mereka? Iya, mereka. Teman kampusku, tak hanya satu orang. Haha malunya.
Maka dari itu, aku memutuskan untuk menghentikan tulisan itu di binder.

Soal binder telah selesai, ini yang terbaru. Jadi karena ada even menulis surat cinta, aku membutuhkan buku lagi. Aku memilih sebuah block note hitam sebagai tempat aku menulis apa yang ingin aku tulis untuk surat cinta yang selalu aku kirimkan ke kamu ini sayang hehe.

Karena aku selalu membawa buku ini kemana saja dan kapan saja, jadi buku ini kemarin sempat tertinggal di kampus, bukan kampus ku lagi. Wuhuuuu bisa malu setengah mati lagi ini kalau ada yang membacanya haha. Secepat kilat aku kembali ke kampus itu untuk mengambil block note ku. Setelah itu, aku berjanji akan selalu mengingat bahwa block note itu ada.

Haha sampai disini aja ya cerita yang sangat tidak penting ini sayang. Semoga dengan ini kamu terinspirasi untuk menulis dimana saja, tapi ingat jangan di binder ya sayang haha.

Besok lagi ya, I LOVE YOU.








From : Me @Cholishidayat_



Selasa, 17 Februari 2015
#Day19 #30HariMenulisSuratCinta


No comments:

Post a Comment